Penyerapan Beasiswa Terhalang Sosialisasi

Pendaftaran Bantuan Siswa Miskin Mundur Hingga Akhir November

bsm

JAKARTA – Sosialisasi memang dirasa sangat penting untuk setiap program pemerintah. Hal ini juga terjadi pada program Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang diberikan pemerintah. Banyak masyarakat dan pihak sekolah yang masih belum mengetahui program bantuan tersebut.

“Akibatnya, hingga saat ini baru sekitar 30-37 persen siswa yang terdaftar untuk BSM ini,” ujar Koordinator Pokja Pengendali Bantuan Sosial, Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Sri Kusumastuti di Jakarta, KamisĀ  (03/10) petang.

Menurutnya, penyebab utamanya adalah kurangnya sosialisasi yang dilakukan untuk BSM ini. Baik yang dilakukan oleh PT Pos maupun pihak Kemendikbud. Padahal, ia sudah menginstruksikan pada pihak PT Pos, sebagai penyalur Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), untuk juga menyosialisasikan program BSM ini.

Selain itu, akuhnya, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun sayangnya, penyerapan masih saja rendah. Banyak rumah tangga sasaran (RTS) pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS) yang memiliki anak masih belum mendaftarkan anaknya yang duduk dibanku sekolah untuk menerima bantuan tersebut.

“Saya bingung, sosialisasi ini sudah dilakukan atau belum. Atau sudah tapi tak sampai ke rumah tangga,” papar Sri. Bahkan menurutnya, ada beberapa sekolah yang malah justru menolak saat ada orang tua siswa mendaftarkan anaknya untuk program BSM ini. Mereka mengaku tak tahu menahu dengan program tersebut.

Diakuinya, banyaknya sekolah diseluruh Indonesia mungkin membuat pihak Kemendikbud kesulitan untuk menjangkaunya satu-persatu. Kendati demikian, ia berharap Kemendikbud dapat mengarahkan dinas-dinas pendidikan daerah untuk ikut membantu menyukseskan program ini. TNP2K sendiri menurut pengakuannya telah melakukan sosialisasi bantuan ini di 114 kota/ kabupaten di Indonesia.

Diklarifikasi mengenai rendahnya sosialisasi pihak Kemendikbud tentang program BSM, Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Kemendikbud Ibnu Hamad menampik hal tersebut. ia merasa Kemendikbud telah melakukan sosialisasi sejak jauh-jauh hari.

Ia juga menegaskan, bahwa Kemendikbud telah mengerahkan kepala-kepala dinas pendidikan di daerah untuk menyosialisasikan BSM ke seluruh sekolah yang ada. “Sosialisasi sudah kita lakukan sejak jauh-jauh hari, dari Juli kalau tidak salah,” tegasnya. Bahkan, lanjutnya, kami telah membuat selogan pencegahan agar siswa tidak putus sekolah dengan adanya BSM ini.

Program BSM ini ditujukan kepada 16,6 juta Anak Usia Sekolah yang berasal dari 15,5 Juta Rumah Tangga Penerima KPS.” Dan yang berhak mendapatkan BSM adalah Anak Usia Sekolah dari Jenjang Pendidikan SD/SMP/SMA/SMK serta MI/MTs/MA. Besaran Manfaat BSM yang akan diterima adalah sebesar Rp 225.000/semester untuk SD/MI, Rp 375.000/semester untuk SMP/ MTs, dan Rp 500.000/semester untuk SMA/ SMK/ MA.

 

Sumber : JPNN